Lesson Study : Langkah Menuju Peningkatan Mutu Pembelajaran

Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.

Lesson study adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru Jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkat hasil pembelajaran (Garfield,2006).

Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajan secara bersiklus dan terus menerus.

Dalam Kegiatan Program BERMUTU, Lesson Study dijadikan salah satu pendekatan untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Lesson Study menggunakan tiga langah kegiatan yaitu Plan, Do, dan See.

Tahap-tahap Lesson Study :

1.      Membentuk kelompok lesson study.

2.      Memfokuskan lesson study.

3. Merencanakan rencana pelmbelajaran (Research Lesson).

4.      Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi).

5.      Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran, yang telah dilaksanakan.

6. Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap-tahap selanjutnya.

 

Merencanakan Research Lesson (Plan)

1.      Sekelompok guru secara bersama-sama (kolaboratif) menyusun rencana pembelajaran (RPP) dengan semua perangkat pembelajaran yang diperlukan (LKS, Instrumen untuk evaluasi, media, dsb).

2.      Setiap guru anggota kelompok LS mencurahkan pikiran untuk menghasilkan skenario pembelajaran yang baik atau dengan strategi yang tepat dan operasional (sesuai dengan kondisi dan sistuasi siswa, sekolah dan sarana pendukungnya,)

 

Mengajar dan Mengamati Research Lesson (Do) Open Class

1.      Seorang “guru model” melakukan pembelajaran di kelas

2.      Anggota kelompok melakukan observasi (terhadap aktivitas belajar semua siswa atau sesuai dengan tugas masing-masing)

3.      Setiap observasi mencatat hasil observasi sebagai bahan refleksi. Jika mungkin dianjurkan untuk merekam kegiatan pembelajaran dengan handycam.

4.      Observer “dilarang” untuk membantu, intervensi, atau mengganggu siswa dan guru model selama kegiatan pembelajaran

Mendiskusikan dan Menganalisis Hasil Pengamatan (See)-Refleksi.

1.      Diskusi dilakukan secara formal (dipimpin oleh moderator dan disertai notulis)

2.      Guru model (pengajar) diberi kesempatan pertama untuk melakukan refleksi diri, tentang:

  1. perasaan guru model sebelum, saat, dan setelah melaksanaan pembelajaran (open class);
  2. alur skenario atau langkah pembelajaran  yang berhasil dan tidak berhasil dilaksanakan;
  3. Penilaian terhadap keberhasilan pembelajaran yang dilakukan.

 

Evaluasi dan Penyempurnaan untuk Kegiatan Berikutnya.

1.      Apakah kelompok sudah puas dengg tujuan-tujuan dan  operasional grup lesson study?

2.      Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk meningkatkan pembelajaran ini?

3.      Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk mengujicoba pembelajaran ini di kelas mereka sendiri?

4.      Adakah yang berguna dan bernilai dari kegiatan lesson study?

5.      Apakah Lesson study dapat meningkatkan kualitas anggota-anggotanya?

6.      Apakah Lesson study meningkatkan kualitas siswa?

 

Dukungan Terhadap Pelaksanaan Lesson Study :

1.      Semangat mengkritik diri sendiri (hansei).

2.      Keterbukaan terhadap masukan dari orang lain.

3.      Mau mengakui kesalahan, dan mau memakai orang lain

4.      Mau memberi masukan yang jujur dan penuh respek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: